Selasa, 19 Maret 2013

Metode Kerja Pembangunan Gedung dengan Tiang Pancang


            1. Pekerjaan Persiapan
           
            Pekerjaan persiapan meliputi pembersihan lapangan, pengukuran lahan, pemasangan bowplank, pembuatan direksi keet, pembuatan las/bengkel kerja, pembuatan pagar proyek dan pemasangan papan nama proyek.

            2. Pekerjaan Pondasi
           
            Pondasi yang digunakan pada pembangunan ini adalah pondasi tiang pancang, Pondasi ini digunakan untuk gedung bertingkat tinggi. Pondasi ini  harus mencapai kedalaman tertentu dimana daya dukung tanah sudah cukup tinggi. Apabila kedalaman tiang pancang melebihi satu buah maka dilakukan penyambungan. Berbagai metode kerja dapat digunakan sebagai cara pemancangan pondasi tiang pancang ini seperti menggunakan alat berat diesel hammer.
            Langkah - langkah pemancangan tiang pancang adalah :
- Pengangkatan
            Pengangkatan dilakukan dari sumber ke lokasi proyek. Pengangkatan tiang pancang harus memerhatikan titik angkat, mempunyai faktor keamanan  ³ 3, dan kapasitas angkat harus lebih besar dari berat tiang.
- Pengangkutan
            Untuk pengangkutan tiang pancang dilakukan dengan memerhatikan jarak ganjal yang aman, ikatan harus kuat dan kencang,rantai harus mempunyai faktor keamanan (FS) ³3, jumlah tumpukan tidak boleh melebihi kapasitas alat angkut dan peraturan lalu lintas, tiang lebih pendek atau diameter lebih kecil diletakkan di atas.
- Penurunan
            Setelah tiang pancang sampai ke lokasi proyek, dilakukan penurunan tiang pancang dari alat angkut.Hal - hal yang diperhatikan adalah tiang penahannya kuat dan stabil agar kendaraan tidak terguling pada saat penurunan, kayu peluncur nya harus kuat dan tidak mudah hancur/patah, tali/tambang peluncur harus fleksibel dan tidak kaku.



- Penumpukan di lokasi
            Setelah penurunan dilakukan tiang pancang tersebut ditumpukan pada suatu lokasi. Tanah dasar dari lokasi penumpukan harus padat dan rata. Tiang pancang di tumpuk maksimal 2 lapis rapi dan dan teratur. Peletakan tiang pancang di ganjal dengan kayu yang kuat dan tidak mudah lapuk.
- Pengangkatan pada saat konstruksi
            Pengangkatan tiang pancang harus dilakukan dengan benar. Pada saat mengangkat lokasi harus bebas dari benda - benda yang mengganggu dan jaraknya tidak boleh terlalu jauh. Alat angkat tiang pancang harus tetap stabil dan mampu menahan beban - beban pada saat pemancangan.
- Pemancangan
            Pemancangan dilakukan dengan diesel hammer. Pemilihan jenis hammer harus tepat dan sesuai kebutuhan. Kondisi hammer dalam keadaan baik dan terawat.Pada saat pemancangan as hammer harus segaris dengan as tiang pancang.
            Sistem kerja diesel hammer adalah dengan pemukulan sehingga dapat menimbulkan suara keras dan getaran pada daerah sekitar lokasi proyek. Cara membawa diesel hammer ke lokasi pemancangan harus menggunakan truk tronton yang memiliki crane. Crane tersebut berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan. Pekerjaan pemukulan tiang pancang dihentikan dan dianggap telah mencapai tanah keras jika pada 10 kali pukulan terakhir, tiang pancang masuk ke tanah tidak lebih dari 2 cm.

3. Pekerjaan Struktur
Yang meliputi pekerjaan struktur adalah :
- Pekerjaan sloof, terdiri dari : penulangan, bekisting/cetakan, dan pengecoran.
- Pekerjaan kolom lantai 1 dan lantai 2, terdiri dari : penulangan, bekisting/cetakan, dan pengecoran.
- Pekerjaan balok lantai 1 dan lantai 2, terdiri dari : penulangan, bekisting/cetakan, dan pengecoran.
-  Pekerjaan pelat lantai, terdiri dari : penulangan, bekisting/cetakan, dan pengecoran.
- Pekerjaan tangga, terdiri dari : penulangan, bekisting/cetakan, dan pengecoran.
- Pekerjaan atap, terdiri dari : balok kayu dinding, kuda-kuda, setengah kuda-kuda, bubungan, jurai luar, gording, kasau, reng, dan genteng.


            Pekerjaan penulangan pada beton berfungsi agar dapat menahan gaya tarik, gaya geser dan momen yang timbul akibat beban yang bekerja pada konstruksi beton tersebut. Pada pekerjaan bekisting terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi,cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban,kaku (stabil),harus didasarkan oleh kemudahan  kemudahan pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.Pekerjaan Pengecoran dilakukan setelah pemasangan bekisting dan tulangan selesai. Pelaksanaan pengecoran dilakukan serentak untuk kolom, balok maupun pelat lantai sehingga akan mempercepat waktu, dimana pengecoran dimulai dari kolom lantai 1, balok lantai 1 dan pelat lantai diatasnya setelah selesai pengecoran kolom, balok, pelat lantai 1 selesai kemudian dilanjutkan ke lantai berikutnya.

4. Pekerjaan Arsitektur

- Pekerjaan dinding
a. Bekisting/cetakan :
            Yang meliputi pekerjaan bekisting adalah memasang stopper dinding dan base plate, mengangkat panel dan menempatkan di garis panel, memasang girder head piece, wedge head piece berikut adj.brace rss dan adj. kicker av dengan menggunakan locking pin dan cutter pin, mengatur tegakan panel, memasang panel dan menyambung dengan vario coupling dan memasang tie rod, wing nut serta counter plate dan memasang scaffolding jack.
b. Pasangan setengah  bata
c. Kusen pintu dan jendela
            Kusen dipasang dengan baik, kokoh, vertical dan rata dengan dinding. Permukaan kusen harus dicat dengan cat dasar sebelum dipasang.
d. Plester
          Seluruh permukaan pasangan batu bata perlu diplester seperti kolom,  balok,  dinding  dan  langit-langit dari beton. Plesteran trassram dilakukan pada daerah 30 cm diatas dan dibawah permukaan tanah atau pada daerah yang basah.Plesteran trassram toilet harus setinggi ± 1,5m.
e. Penghalusan



- Pekerjaan lantai

- Pekerjaan pintu dan jendela
Yang meliputi pekerjaan pintu dan jendela adalah :
a. Engsel pintu dan jendela
b. Daun pintu dan jendela
c. Grendel pintu dan jendela

- Pekerjaan Plafond
Yang meliputi pekerjaan plafond adalah :
a. Rangka plafond
b. Eternit
c. List profil

5. Instalasi

Yang meliputi pekerjaan instalasi adalah :
- Listrik
            Instalasi listrik harus dipasang oleh instalatur yang telah mendapat izin dari PLN setempat. Pemasangan seluruh instalasi penerangan, baik diluar maupun didalam bangunan. pipa-pipa dan kabel-kabel seluruhnya harus tertanam dalam tembok dan tersembunyi dalam plafond, dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran dan pemasangan plafond. Titik lampu yang akan dipasang dapat dilihat pada gambar bestek.
- Telepon
- Plumbing/sanitasi
a. Pekerjaan Instalasi Air Bersih
          Pipa air bersih menggunakan pipa PVC. Pemasangan instalasi air bersih dilakukan oleh tenaga yang ahli dibidangnya dan dilaksanakan sampai berfungsi sempurna. Penyambungan pipa harus kuat dan tahan terhadap tekanan air.
b. Pekerjaan Instalasi Air Kotor
            Pipa air kotor adalah pipa PVC. Septitank dan resapan terbuat dari Buis Beton. Pipa saluran air kotor dipasang sedemikian rupa, sehingga tidak ada hawa busuk yang keluar dari pipa tersebut dan tidak ada rongga udara.

c.  Pekerjaan Sanitair
            Pekerjaan sanitair adalah pemasangan closet jongkok / duduk, kran, bak mandi. Pemasangan perlengkapan sanitair dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pabrik, sehingga menghasilkan pekerjaan yang rapi, kuat dan kokoh

6. Pekerjaan Finishing
            Untuk gedung bertingkat, pekerjaan finishing merupakan pekerjaan yang penting, karena dapat menunjukkan kualitas dan performa dari bangunan tersebut.
- Pekerjaan pasang keramik
Pada pekerjaan pasang keramik, langkah - langkah yang harus dilakukan adalah:
a.Bersihkan area, marking lokasi dan cek material.
b. Rendam keramik dalam air selama lebih kurang 2 jam.
c. Tentukan patokan/acuan pemasangan elevasi, pola keramik, buangan dan sebagainya.
d. Pasang kepalaan keramik membentuk kotak atau huruf U.
e. Pasang benang antar kepalaan agar pasangan keramik lurus.
f. Pasang keramik sampai penuh dan air semen yang keluar dari nat selalu dibersihkan.
g. Selama pemasangan di cek elevasi dan leveling
h. Setelah berumur 1 hari diadakan pengisiian nat/grouting menggunakan rubber float.
i. Selama pengisian nat secara teratur dibersihkan dan dirapikan dengan kain spons.
j. Pasang lembar pengaman permukaan keramik serta rambu agar keramik dapat memuai/menyusut hingga stabil. Dan pekerjaan keramik lantai selesai.

- Pekerjaan Pengecatan
a. Pengecatan Dinding dan Plafond
            Sebelum tembok atau permukaan beton dicat harus didempul dengan plamur yang dicampur dengan semen putih. semua bahan cat yang dipakai dalam pengecatan harus sama mereknya. Tipe cat tembok / plafond emulsi memakai pengencer air (acrylic). Pengecatan dilakukan dengan meggunakan roller atau kuas, setidaknya sampai 3 kali penegecatan hingga mencapai warna yang dikehendaki.
b. Pengecatan Pintu dan Jendela.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar